Kekhawatiran lambung) akibat dari otot pemisah antara lambung

Kekhawatiran Anda dapat dimengerti, tentunya rasanya tidak nyaman sekali apabila keluhannya terus berulang. Sekumpulan gejala tidak nyaman di perut berupa rasa perih, panas, kembung, mual dan muntah disebut dengan dispepsia atau sakit maag. Dispepsia ini ada dua jenis, dispepsia organik dan dispepsia fungsional.Dispepsia organik adalah dispepsia yang terjadi akibat adanya kelainan organ, misalnya karena GERD (penyakit asam lambung) akibat dari otot pemisah antara lambung dan esofagus (kerongkongan) kurang berfungsi sehingga asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa panas di ulu hati, mual dan kembung. Contoh lain dispepsia organik adalah karena gastritis, ulkus/luka pada lambung atau usus dua belas jari, gangguan empedu, bahkan kanker lambung. Dispepsia fungsional adalah dispepsia yang tidak ditemukan kelainan organik pada endoskopi. Sebabnya belum diketahui sepenuhnya, biasanya dihubungkan dengan stress psikologis. Stress diketahui dapat meningkatkan asam lambung dan membuat gejala dispepsia timbul. Karena gejala yang Anda alami terus berulang bahkan setelah pengobatan, sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastro-enterologi dan hepatologi (Sp.PD-KGEH) di rumah sakit, biasanya ada di rumah sakit besar di kota. Dokter spesialis akan memeriksa Anda dengan menyeluruh dan bisa melakukan pemeriksaan endoskopi untuk mengetahui penyebab keluhan Anda. Endoskopi adalah sejenis kamera yang dimasukkan ke dalam saluran pencernaan Anda dan saluran pencernaan Anda akan terlihat. Kemudian, dokter akan melakukan penanganan sesuai dengan temuannya. Jika terjadi dispepsia fungsional atau tanpa kelainan organ, dokter bisa memberikan pengobatan berupa obat golongan PPI misalnya lansoprazole, omeprazole atau obat lain selama waktu tertentu. Biasanya memang membutuhkan waktu yang panjang dalam pengobatannya, sehingga perlu kesabaran dan kedisiplinan minum obat serta perubahan gaya hidup. Saran untuk Anda mungkin sama dengan dokter lainnya, yaitu : Makanlah secara teratur, jangan melewatkan waktu makanKendalikan stressKunyah makanan dengan baik, makanlah perlahanLebih baik makan sedikit-sedikit tetapi lebih sering daripada makan sekaligus banyakCukupi kebutuhan cairan dan serat Jangan langsung berbaring setelah makan, tunggulah beberapa jamBatasi minuman bersoda dan berkafein, makanan berlemak tinggi, terlalu pedas, terlalu asam, keju, cokelat dan makanan lain yang bisa meningkatkan asam lambung